JASA STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY) TERPERCAYA UNTUK PROYEK STRATEGIS ANDA

Malcon Engineering menyediakan jasa studi kelayakan (feasibility study) yang disusun berdasarkan data dan analisis menyeluruh, mencakup aspek pasar, teknis, finansial, legal, serta lingkungan.

Apa Itu Studi Kelayakan (Feasibility Study)?

Studi kelayakan adalah proses analisis untuk menilai apakah suatu proyek, investasi, atau rencana bisnis layak dijalankan. Kajian ini mencakup aspek teknis, finansial, pasar, operasional, hingga risiko guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Studi kelayakan umumnya dilakukan sebelum memulai proyek baru, melakukan ekspansi usaha, atau mengajukan pendanaan. Dengan analisis yang komprehensif, perusahaan dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang keberhasilan proyek.

Mengapa Studi Kelayakan Penting?

Mengurangi Risiko Investasi

Mengidentifikasi potensi risiko sebelum proyek dimulai.

Mengetahui Potensi Keuntungan

Mengevaluasi prospek finansial dan kelayakan investasi.

Mendukung Pengajuan Pendanaan

Menyediakan dokumen pendukung untuk investor atau lembaga pembiayaan.

Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan

Memberikan analisis yang objektif sebagai dasar perencanaan proyek.

Keputusan Investasi Tidak Boleh Berdasarkan Asumsi

Studi kelayakan yang lemah biasanya gagal di titik yang sama: proyeksi pasar terlalu optimis, angka keuangan tidak realistis, atau risiko teknis diabaikan. Kami merancang setiap kajian untuk menutup celah itu sejak awal.

Tantangan Umum
  • Proyeksi permintaan pasar disusun tanpa data primer yang memadai.
  • Perhitungan NPV dan IRR memakai asumsi yang terlalu optimis.
  • Aspek legal dan lingkungan baru terungkap setelah investasi jalan.
  • Laporan hanya berisi analisis, tanpa rekomendasi yang bisa dieksekusi.
Pendekatan Malcon
  • Riset pasar berbasis data primer dan sekunder, termasuk kompetitor dan segmentasi.
  • Proyeksi finansial dengan skenario optimis, moderat, dan pesimis serta analisis sensitivitas.
  • Kajian legal dan lingkungan (termasuk AMDAL/UKL-UPL bila diperlukan) sejak tahap awal.
  • Laporan ditutup dengan rekomendasi strategis yang siap ditindaklanjuti manajemen.

Empat Aspek yang Kami Uji di Setiap Kajian

ASPEK 01

Pasar & Pemasaran

Permintaan-penawaran, kompetitor, market share, dan strategi harga.

ASPEK 02

Keuangan

Proyeksi arus kas, NPV, IRR, payback period, dan analisis sensitivitas.

ASPEK 03

Teknis & Operasional

Lokasi, kapasitas produksi, kebutuhan teknologi, dan rantai pasok.

ASPEK 04

Legal & Lingkungan

Kepatuhan regulasi dan kajian dampak lingkungan bila dibutuhkan.

Hasil Kajian yang Akan Anda Terima

Setiap studi kelayakan disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan maupun dokumen pendukung investasi.

  • Executive Summary
  • Analisis Pasar dan Peluang Bisnis
  • Analisis Teknis dan Operasional
  • Analisis Finansial
  • Analisis Risiko Proyek
  • Kajian Legal dan Lingkungan
  • Kesimpulan Tingkat Kelayakan
  • Rekomendasi Strategis

Mengapa Memilih Malcon Engineering?

Pendekatan Berbasis Data

Setiap analisis dilakukan berdasarkan data lapangan, studi literatur, serta metode evaluasi yang relevan dengan karakteristik proyek.

Tim Multidisiplin

Didukung oleh tenaga ahli dari berbagai bidang untuk menghasilkan kajian yang menyeluruh dan objektif.

Laporan Komprehensif

Laporan disusun secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh manajemen, investor, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Solusi yang Disesuaikan

Pendekatan setiap studi disesuaikan dengan tujuan bisnis, skala proyek, dan kebutuhan masing-masing klien.

Proses Penyusunan Studi Kelayakan

TAHAP 01

Kick-Off & Ruang Lingkup

Menyepakati tujuan kajian dan area yang perlu dianalisis bersama pemilik proyek.

TAHAP 02

Pengumpulan Data & Riset Pasar

Mengumpulkan data pasar, teknis, dan operasional dari sumber primer dan sekunder.

TAHAP 03

Evaluasi Keuangan & Risiko

Menghitung proyeksi arus kas dan indikator investasi, serta memetakan risiko utama.

TAHAP 04

Rekomendasi & Laporan Akhir

Menyusun laporan lengkap berisi kesimpulan kelayakan dan langkah tindak lanjut.

Studi Kelayakan untuk Berbagai Sektor

Kami membantu penyusunan studi kelayakan untuk berbagai jenis proyek dan industri, antara lain:

Industri Manufaktur

Properti dan Kawasan Industri

Infrastruktur

Energi

Pertambangan

Pengolahan Air dan Air Limbah

Pengelolaan Limbah

Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

Hotel dan Pariwisata

Pergudangan dan Logistik

Kawasan Komersial

Proyek Pemerintah

Klien Kami

Testimoni

Apa kata klien kami tentang pendampingan perizinan lingkungan bersama Malcon.

★

"Tim Malcon menjelaskan setiap tahap dengan gamblang, jadi kami tahu persis dokumen kami sedang di mana dalam prosesnya."

Bp Johan Sulaiman

Lampung Marriott Resort & Spa

★

"Persetujuan lingkungan kami sempat tertunda di konsultan sebelumnya. Malcon membantu menuntaskannya dalam waktu yang realistis."

Bp Hardi Chandra

Lampung City Mall, Hotel & Apartment

★

"Kajian teknisnya detail dan sesuai kondisi lapangan sebenarnya — bukan template yang dipaksakan."

Ko Ali Ulay

Citra Shipyard Batam

Artikel & Insight Regulasi

Memahami Regulasi Lingkungan Sebelum Memulai Proyek

AMDAL atau UKL-UPL? Cara Menentukan Dokumen Lingkungan

AMDAL atau UKL-UPL? Cara Menentukan Dokumen Lingkungan

| Dokumen Lingkungan | No Comments
Pemilik usaha dan pengembang proyek sering bertanya, dokumen lingkungan mana yang wajib mereka urus sebelum memulai kegiatan. Sebagian mengira semua proyek wajib AMDAL, padahal kenyataannya tidak demikian. Pada praktiknya, pemerintah…
Persetujuan Teknis Air Limbah: Syarat, Alur, dan Kaitannya dengan SLO

Persetujuan Teknis Air Limbah: Syarat, Alur, dan Kaitannya dengan SLO

| Dokumen Lingkungan, Studi Kelayakan | No Comments
Setiap usaha yang membuang air limbah ke badan air atau ke laut tidak bisa langsung mengoperasikan IPAL begitu saja. Ada tahap perizinan lingkungan yang wajib dilalui lebih dulu, yaitu Persetujuan…
Perbedaan IMB dan PBG serta Kapan SLF Wajib Diurus

Perbedaan IMB dan PBG serta Kapan SLF Wajib Diurus

| PBG & SLF | No Comments
Banyak pemilik bangunan masih menyebut izin bangunan mereka sebagai IMB, padahal regulasi ini sudah digantikan sejak beberapa tahun lalu. Peralihan dari IMB ke PBG bukan sekadar ganti nama, tetapi mengubah…

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan seputar jasa studi kelayakan.

Secara umum, proses penyusunan feasibility study berkisar 6–8 minggu, tergantung pada kompleksitas proyek dan kelengkapan data yang tersedia sejak awal. Ketersediaan narasumber internal dari pihak klien turut mempercepat proses.

Studi kelayakan mencakup aspek keuangan (NPV, IRR, payback period), aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan operasional, serta aspek legal dan lingkungan. Setiap aspek dianalisis secara terpisah lalu disatukan menjadi rekomendasi akhir.

Hasil tersebut tetap bernilai, Anda bisa meninjau ulang asumsi, memodifikasi rencana proyek, atau menunda investasi sebelum mengeluarkan biaya yang lebih besar. Justru di sinilah nilai utama sebuah studi kelayakan yang jujur.

Feasibility study menjawab apakah sebuah proyek layak dijalankan, sementara business plan menjelaskan bagaimana proyek tersebut akan dijalankan setelah dinyatakan layak. Studi kelayakan biasanya menjadi dasar sebelum business plan disusun.

Jika proyek dinyatakan layak, langkah berikutnya biasanya adalah penyusunan Master Plan yang lebih rinci, mencakup detail desain, jadwal pelaksanaan, dan alokasi sumber daya untuk implementasi proyek.

Uji Kelayakan Proyek Anda Sebelum Mengambil Keputusan Besar

Konsultasikan rencana investasi atau proyek Anda dengan tim konsultan studi kelayakan Malcon Engineering, gratis dan tanpa komitmen di awal.